Pusat Kaligrafi Alquran Jadi Ikon Baru Kepri

  • Whatsapp
Pusat Kaligrafi Alquran Jadi Ikon Baru Kepri

Sekretaris Daerah H. T.S. Arif Fadilah mengatakan kaligrafi merupakan salah satu bidang seni yang sejak lama dikenal dan dikembangkan. Selain mengandung unsur keindahan, seni kaligrafi dapat menjadi salah satu sarana syi’ar Islam.

“Untuk itulah seni kaligrafi, termasuk juga Khat menjadi salah satu cabang yang dilombakan dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an,” ungkap Arif saat meresmikan Pusat Kaligrafi Al Qur’an (Pusaka) Provinsi Kepulauan Riau di Desa Niur Permai Kecamatan Moro, Kabupaten Karimun, Selasa (12/1) petang.

Muat Lebih

Menurut Arif, Pemerintah hadir diresmikannya Pusat Kaligrafi ini sekaligus menjadi ikon baru bagi Provinsi Kepulauan Riau. Dimana selama ini Kepri sudah dikenal melalui wisata sejarah dan budaya, yang juga identik dengan dunia Islam.

“Kehadiran kami di sini, selain mewakili Pemerintah juga sebagai bagian dari umat muslim yang turut memanjatkan syukur atas Peresmian Pusat Kaligrafi yang ada diKepulauan Riau,” ujarnya.

Lebih lanjut, Arif menjelaskan seiring perkembangan zaman, hal tersebut juga dapat menjadi pengingat agar semua terus mempelajari Al Qur’an beserta maknanya, serta mengimplementasikan nilai-nilai Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari.

“Dengan kecintaan kita kepada Al-Quran sebagai kalam Illahi, Insya Allah tidak akan mudah tergerus oleh waktu dan semoga kita semua senantiasa diberikan hidayah untuk mengantarkan anak-anak kita menuntut ilmu agama secara Kaffah,” terangnya.

Terakhir, jadikan pendidikan tersebut sebagai sarana edukasi bagi generasi muda Kepulauan Riau, sarana informasi baik bagi masyarakat serta sebagai sarana wisata religi.

“Maka Pusat Kaligrafi ini dapat menjadi pendidikan bekal diakhirat nantinya dan dukungan pusat wisata religi yang ada di Kepulauan Riau,” tutup Arif.

Sementara itu, Ketua Pusat Kaligrafi Al Qur’an Provinsi Kepulauan Riau Alimudin menyampaikan Kaligrafi sudah terkenal di Dunia, Nasional bahkan Kepulauan Riau. Kaligrafi tersebut dikenalkan pertama masuk dalam lomba MTQ sejak 1981 diAceh yang sifatnya sayembara.

“Kata Kaligrafi bagi kita tidak asing lagi, pada MTQ Nasional tahun 1985 diPontianak Kaligrafi diperlombakan tapi tidak mendapatkan nilai baru eksibisi. Sedangkan MTQ Nasional diLampung pada tahun 1988 barulah Kaligrafi masuk dalam perlombaan dan ditentukan dalam nilai,” kata Alimudin.

Disamping itu, Alimudin menjelaskan Pusat Kaligrafi Al Qur’an dibentuk salah satu dasarnya adalah bagaimana Kaligrafi ini memberikan harum nama Kepulauan Riau, padahal cabang Kaligrafi punya nilai 40 poin

“Agar kita bisa bersaing ditingkat nasional, dasar inilah lembaga ini berdiri dan poinnya yang luar biasa tinggi sementara orang asik dengan Tilawah dan Tahfizh,” jelasnya.

Alimudin juga mengapresiasi yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau yang telah memberi dukungan luar biasa kepada Yayasan Kaligrafi Al Qur’an sehingga semakin maju dan semangat.

“Dan terima kasih yang setingginya kesemua pihak yang sudah menjambatani dengan terbentuknya Pusat Kaligrafi Al Qur’an ini,” tambahnya.

Hadir pada kesempatan tersebut Kadis PMD Capil Sardison, Staf Ahli Kesra yang juga sebagai Direktur Quran Center Mahadi Rahman, Ketua Harian LPTQ H. Azhar Hasyim, Camat Moro Khaidir, Ketua Yayasan Kaligrafi Al Qur’an Somad, Kepala Desa Niur Permai Rajab beserta Tamu undangan lainnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *