Putra Dahlan Iskan Diusung Nasdem Jadi Cawawali Surabaya, Begini Respon Azrul Ananda

  • Whatsapp
Putra Dahlan Iskan Diusung Nasdem Jadi Cawawali Surabaya, Begini Respon Azrul Ananda

INDOPOLITIKA.COM – Secara mengejutkan, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Surabaya menyodorkan nama Azrul Ananda secara mengejutkan muncul dalam rekomendasi yang disodorkan untuk maju ke Pilkada 2020.

Presiden Persebaya itu dianggap pantas mendampingi Machfud Arifin sebagai bakal calon Wali Kota Surabaya, Jawa Timur. Salah satu alasannya, pria berusia 43 tahun itu representasi kelompok milenial.

Muat Lebih

“Kami yakin Azrul bisa meraih pasar millenial, apalagi 57 persen pemilih Surabaya adalah kelompok usia milenial,” kata Ketua DPD Partai Nasdem Surabaya, Robert Simangunsong, di kantornya, Sabtu kemarin (25/7/2020).

Dilihat dari awal memang tidak mengherankan, apabila nama Azrul direkomendasikan untuk mendampingi Machfud, yang sedari awal memang didukung oleh bapaknya Azrul, Dahlan Iskan yang saat ini sibuk mengelola blog Dis Way dan harian Dis Way itu.

Dua orang telah disebut Machfud, yang ia klaim mendukungnya untuk maju Pilwali. Yaitu mantan Gubernur Jatim Soekarwo dan Dahlan Iskan

Namun, Azrul memilih untuk tak mengkhianati tanggung jawabnya di klub berjuluk Bajol Ijo. Pilihan ini pula yang membuatnya enggan maju dalam pemilihan kepala daerah, khususnya wali kota Surabaya pada 2020.

Pentolan Bonek, Erik Wicaksono, sempat mengingatkan Azrul pada janji yang pernah diucapkannya di awal untuk tak terjun ke dunia politik.

Saat itu, Azrul pernah berjanji untuk tidak terjun ke dunia politik selama menjabat sebagai Presiden Persebaya.

“Kami masih menanti bukti dan janji Aza (panggilan Azrul Ananda) untuk tidak masuk ke dunia politik saat memegang Persebaya,” kata Erik dikutip dari TribunJatim, Senin (27/7/2020).

Melalui blog pribadinya, Direktur Utama PT DBL Indonesia itu memastikan jika dia tidak akan terjun ke dunia politik. Ia mengaku secara pribadi akan mendukung Machfud Arifin sebagai calon Wali Kota Surabaya.

“Bahwa saya tidak punya ambisi sama sekali di dunia politik. Saya tidak ingin jadi wali kota atau yang lain.”

Azrul bersyukur hidup dalam kecukupan, sehingga bisa fokus ke passion pribadi. Ia mengaku punya passion yang jelas, yakni anak muda dan olahraga.

“Saya ingin fokus berkarya di dunia itu. Dan saya merasa punya talenta untuk berkarya di dua dunia itu dalam skala yang besar.”

“Kalau saya menyatakan maju jadi wali kota atau jabatan politik lain, maka itu berarti saya mengingkari diri sendiri. Itu berarti saya mengkhianati semua tanggung jawab saya, termasuk Persebaya,” tegas Azrul Ananda. [rif]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *